Friday, July 15, 2011

Study Tour IFEAT di CV. Pavettia Kurnia Atsiri - Subang

Pada tanggal 7 Juli 2011, CV. Pavettia Kurnia Atsiri - Subang mendapatkan kehormatan menjadi salah satu venue minyak atsiri yang dikunjungi pada salah satu rangkaian acara IFEAT Study Tour 2011 (3-10 Juli 2011) dimana pada tahun ini Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah melalui DAI (Dewan Atsiri Indonesia) sebadai panitianya.

Mungkin ada baiknya saya sedikit menjelaskan apa itu IFEAT agar teman-teman pembaca yang awam paling tidak bisa mendapatkan sedikit wawasan. IFEAT kepanjangan dari The International Federation of Essential Oils and Aroma Trades. Mmmm.... dari singkatannya saja, pastinya sudah tahu khan IFEAT itu organisasi tentang apa dan levelnya bagaimana. Ya, pastinya minyak atsiri di level dunia...hehe. Di blog ini ya nggak mungkin saya bicara tentang organisasi politik...:). FYI, ini webnya IFEAT : http://www.ifeat.org

Saya sendiri belum pernah terlibat pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh IFEAT. Maklum, kita ini masih penyuling gurem yang cukup tahu diri bahwa saat ini belum waktunya untuk bergerak ke sana yang tentunya dengan berbagai macam pertimbangan. Tapi, tetap optimis dong suatu saat harus mengarah ke sana juga. Saya sendiri hanya tahu IFEAT dari membaca-baca web-nya atau ngobrol-ngobrol dengan teman-teman eksportir (atau pegawainya) yang kebetulan sering bersinggungan dengan organisasi ini. Setiap tahun IFEAT menyelenggarakan sebuah kegiatan besar berupa CONFERENCE yang biasanya dihadiri oleh perwakilan institusi-institusi yang bergerak di bidang minyak atsiri di seluruh dunia baik itu berupa perusahaan, institusi riset, perguruan tinggi, maupun pemerintahan. Tuan rumah penyelenggaraan conference berbeda-beda setiap tahunnya dimana tahun 2011 ini akan diselenggarakan di Barcelona, Spanyol pada tanggal 6-10 November 2011. Sebenarnya siapapun yang tertarik untuk mengikuti IFEAT Conference ini bisa mendaftar untuk menjadi peserta, tapi nggak gratis..hehe. Kalau mau bayar sekitar 1500 Euro , tentunya boleh dong ikutan :p

Nah, selain conference IFEAT juga punya kegiatan tahunan yaitu Study Tour dimana tuan rumahnya juga negera yang berbeda-beda. Tahun 2011 ini kebetulan Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah melalui DAI. Bicara Study Tour....mmmm..jadi ingat waktu zaman SD - SMA dulu. Namanya Study Tour pasti jalan-jalan, dong. Tapi jalan-jalan sambil belajar dan menimba ilmu. Kalau waktu sekolah dulu, sasaran Study Tour biasanya adalah museum, tempat bersejarah, atau cagar budaya. Tentunya IFEAT Study Tour yang dikunjungi adalah tempat-tempat yang beraroma minyak atsiri...hehe.

Peserta Study Tour ini dibatasi sebanyak 40 orang dengan biaya pendaftaran US$ 3000 per orang dan dari jauh-jauh hari sudah fullbooked. 40 orang peserta itu terdistribusi dari 17 negara dengan perincian; 1 Belgia, 1 Brazil, 1 Kanada, 5 China, 1 Kolombia, 1 Mesir, 1 Jerman, 1 Haiti, 1 Hungaria, 7 India, 1 Indonesia, 1 Irlandia, 2 Singapura, 1 Sri Lanka, 3 Swiss, 3 Inggris, dan 9 Amerika Serikat.

IFEAT Study Tour tahun 2011 di Indonesia melibatkan kunjungan k
e 13 lokasi yang berhubungan dengan minyak atsiri, baik perkebunan, pembibitan, pabrik penyulingan skala IKM, pabrik turunan minyak atsiri, dan fasilitas2 milik eksportir lainnya. Kalau boleh saya sebutkan satu-persatu adalah; perkebunan dan penyulingan milik PT. Djasula Wangi di Sukabumi, perkebunan pala milik Balitro di Bogor, Penyulingan pala di Bogor, Penyulingan akar wangi di Garut, Fasilitas pembibitan kultur jaringan milik Dafa Teknoagro Mandiri di Bogor, Pabrik PT. Indesso Aroma di Bogor, Pabrik PT. Van Aroma di Bogor, Penyulingan milik CV. Pavettia Kurnia Atsiri di Subang, Pabrik PT. Haldin Pacific Semesta di Cikarang, Perkebunan dan penyulingan minyak nilam di Malang, Perkebunan dan Penyulingan minyak cengkeh di Malang, Penyulingan minyak kenanga di Blitar, Perkebunan dan penyulingan minyak jeruk purut di Tulungagung.

Khusus kunjungan ke CV. Pavetia Kurnia Atsiri, berikut sekelumit kisahnya melalui gambar :)


OK deh... Yuk rame-rame ke Spanyol tahun ini. Siapin duit sekitar 1500 Euro + biaya tiket Jkt-Barcelona PP dan akomodasi selama 4 hari + tiket masuk ke Stadion Camp Nou nonton aksi Lionel Messi di FC Barcelona...:) Tanggung kalau sudah sampai Barcelona nggak nonton bola...haha.
<!--[if gte mso 9]> Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Monday, May 30, 2011

Prediksi kadar eugenol pada minyak daun cengkeh menggunakan hidrometer

Dalam melakukan analisis kualitas minyak atsiri, terutama yang berkaitan dengan kadar komponen kimia penentu kualitas minyak atsiri tersebut idealnya memang menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan tingkat ketelitian yang baik di laboratorium. Salah satu instrumen untuk menganalisis komposisi minyak atsiri yang saat ini dinilai paling baik dan praktis adalah Gas Chromatography – Mass Spectrometry atau biasanya disingkat GC-MS. Kadar komponen penentu kualitas yang saya maksud di atas misalnya; PA (Patchouli Alcohol) untuk minyak nilam, eugenol untuk minyak daun/gagang cengkeh, miristisin untuk minyak pala, citronellal dan geraniol untuk minyak sereh wangi, vetiverol untuk minyak akar wangi, zingiberene untuk minyak jahe, cinnamaldehyde untuk minyak kayu manis, cineole untuk minyak kayu putih, sitral untuk minyak sereh dapur, lakton untuk minyak kayu massoi, santalol untuk minyak cendana, dll (jika saya sebutkan semuanya nanti terlalu panjang tulisan ini hanya untuk menyebutkan satu persatu komponen penentuan kualitas minyak atsiri….hehe)

Namun bagi para penyuling dan pedagang minyak atsiri pada level perdagangan di tingkat bawah dan menengah, penggunaan GC-MS untuk keperluan di atas masih sangat jauh panggang dari api. Disamping harga instrumen tersebut yang selangit jika ingin memilikinya (saya coba cek via internet harga baru GC-MS bervariasi tetapi rata-rata di atas 40.000 US$ (tergantung merk-nya) - silakan dirupiahkan sendiri. Sedangkan yang bekas berada di kisaran 15.000 US$ - 25.000 US$), juga andaikan melakukan analisis di laboratorium yang memiliki intrumen tersebut biaya per sampelnya juga cukup mahal (rata-rata sekitar Rp 250.000,-/sampel). Jadi, sangat tidak eknomis apabila setiap akan melakukan pembelian/penjualan minyak atsiri harus dites laboratorium menggunakan GC-MS.

[Huhh…kalau ada dana segitu mending untuk modal kerja dulu aja, deh…:p]

Lalu apa solusi praktisnya? Beberapa waktu lampau saya pernah membahas penggunaan alkoholmeter (oleh para pelaku minyak atsiri kadang disebut “meterlak”) sebagai sarana untuk memprediksi kadar PA (Patchouli Alcohol) pada minyak nilam meskipun hal ini masih bersifat pendekatan kasar. Pada tulisan kali ini, saya akan membahas penggunaan hidrometer untuk memprediksi kadar eugenol pada minyak daun/gagang cengkeh.

Saya yakin para pemain minyak cengkeh sangat paham menggunakan hidrometer ini. Cara penggunaannya sama persis dengan alkoholmeter yang saya sebut sebelumnya. Kedua alat ini pada prinsipnya sama saja yaitu untuk mengukur berat jenis (atau bahasa kerennya specific gravity) suatu cairan. Khusus untuk alkoholmeter memang memiliki fungsi khusus yaitu mengukur persentase alkohol/etanol berdasarkan berat jenisnya dan atau densitasnya (selengkapnya lihat http://ferry-atsiri.blogspot.com/2007/12/alkoholmetermeterlak.html ), tetapi oleh para pemain minyak atsiri “diselewengkan” penggunaannya untuk mengukur pendekatan kadar PA nilam (atau miristisin minyak pala). Perbedaannya hanya terletak pada rentang skala yang terukur.

Hidrometer yang dipakai untuk analisis minyak cengkeh memiliki skala antara 1,000 – 1,100. Lho, mengapa harus rentang nilai itu yang dipakai padahal rentang skala hidrometer yang dijual di pasaran banyak sekali ragamnya. Tentunya hal ini berkaitan dengan berat jenis eugenolnya itu sendiri. Berat jenis eugenol murni (100%) adalah 1,066 (pada suhu 25 C). Jadi, seandainya (ini hanya seandainya saja) minyak cengkeh itu isinya cuma eugenol saja maka jika dicelupkan hidrometer pada suhu 25 C, permukaan cairannya akan menunjukkan angka tersebut. Angka ini (1,066) berada di antara 1,000 dan 1,100. Paham saudara-saudara…:) :)

OK, sekarang kita lanjutan kembali. Bagaimana jika minyak cengkeh itu kadar eugenolnya tidak 100% tetapi (pastinya) di bawah 100%, yah…misalnya 75% atau 85%? Apa yang akan terjadi jika dicelupkan hidrometer ke dalamnya? Apakah skala yang ditunjukkan oleh hidrometer tersebut akan turun? Yah, memang begitulah jawabannya. Mengapa? Mari kita bahas komponen-komponen utama apa sajakah selain eugenol yang biasanya terdapat pada minyak cengkeh.

Beta-caryophyllene dan alpha-humulene adalah 2 komponen utama yang biasanya terdapat pada minyak cengkeh setelah eugenol. Untuk minyak dagang cengkeh biasanya ada juga eugenil asetat yang kadarnya lebih tinggi dari alpha-humulene. Mari kita lihat berat jenis kedua komponen tersebut dalam keadaan murninya. B-caryophyllene memiliki berat jenis rata-rata 0.903 (pada suhu 25 C) dan a-humulene rata-rata 0.892 (pada suhu 25 C). Jauh di bawah berat jenis eugenol, khan? Jadi apabila kadar eugenolnya turun, maka konsekuensinya adalah kadar beta-caryophyllene (terutama) dan alpha-humulene nya akan naik. Logikanya berpengaruh pada berat jenis totalnya yaitu akan mengalami penurunan dan pada akhirnya nilai yang tertera pada hidrometer juga akan turun.

Berdasarkan basis penjelasan di atas, saya mencoba untuk memprediksi kadar eugenol minyak cengkeh berdasarkan berat jenisnya (pengukuran menggunakan hidrometer pada suhu 25 C, sekali lagi….. PADA SUHU 25 C). Dengan mengasumsikan bahwa komponen dalam minyak cengkeh terdiri atas eugenol, beta-caryophyllene, dan alpha-humulene. [Terlalu kompleks apabila saya masukkan seluruh komponen minyak cengkeh yang jumlahnya sampai puluhan dimana kadarnya hanya di bawah 1% saja…hehe].

Ini hanya pendekatan (kasar) atau perkiraan saja sehingga angkanya tidak pasti seperti di bawah ini karena asumsi yang dipakai hanya 3 komponen utama di atas (ketiga komponen di atas secara total setidaknya berjumlah lebih dari 95% dari total keseluruhan komponen-komponen dalam minyak cengkeh). Tapi paling tidak bisa menjadi sebuah acuan praktis. Semoga…

(Angka hidrometer) 1.014 – 1.015 --> (berkadar eugenol) 65%

1.020 – 1.022 --> 70%

1.027 – 1.029 --> 73%

1.031 – 1.032 --> 75%

1.036 – 1.037 --> 78%

1.040 – 1.041 --> 80%

1.045 – 1.046 --> 83%

1.048 – 1.049 --> 85%

1.053 – 1.054 --> 88%


Note : bagi teman-teman yang membaca tulisan ini dan pernah menganalisis hal serupa apalagi jika dilakukan secara empiris dan ternyata prediksi saya jauh (alias meleset ke awang-awang...hehe) dari hasil empiris, mohon dengan sangat kerelaannya untuk berbagi kepada saya juga teman-teman yang lainnya untuk pengetahuan bersama.

Wednesday, April 20, 2011

Training "Pengembangan Bisnis Budidaya dan Penyulingan Minyak Atsiri Gel. 11"

Training "Pengembangan Bisnis Budidaya dan Penyulingan Minyak Atsiri Gel. 11"

Hari/tanggal = Sabtu-Minggu, 7-8 Mei 2011
Biaya : Rp 1.500.000,- per orang.
Fasilitas : Training kit, hand-out materi, makan siang dan snack 2 hari, transportasi Bandung-Subang PP.

Lokasi: Hari 1 = Ruangan meeting hotel di Bandung
Hari 2 = kebun dan penyulingan minyak atsiri di Subang - Jawa Barat

Download brosurnya di SINI.
(klik Free Account - Slow download) lalu tunggu 60 detik, klik Download now.

SASARAN PELATIHAN
· Calon pensiunan pegawai yang ingin terjun ke bisnis minyak atsiri.
· Sarjana yang ingin berwirausaha di bidang minyak atsiri.
· Staf divisi pengembangan masyarakat (community development) suatu perusahaan untuk menambah wawasan pengembangan potensi daerah dan pemberdayaan masyarakat di lingkungan perusahaannya.
· Peminat di bidang spa dan aromaterapi yang ingin mengetahui dasar-dasar minyak atsiri.
· PNS Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Pertanian/Perkebunan dan Perindustrian yang memiliki program pengembangan minyak atsiri di daerahnya.
· Pebisnis agroindustri yang ingin terjun ke bisnis penyulingan minyak atsiri.
· Pegawai swasta yang ingin mengembangkan potensi minyak atsiri daerahnya menjadi bisnis yang menguntungkan.
· Staf LSM yang konsen pada bidang pemberdayaan masyarakat pedesaan.
· Masyarakat umum yang berminat mengembangkan bisnis minyak atsiri.

TUJUAN PELATIHAN (UMUM)
· Memahami langkah-langkah yang harus ditempuh untuk membangun bisnis penyulingan minyak atsiri.
· Memahami kendala-kendala yang sering terjadi dalam bisnis penyulingan minyak atsiri..
· Siap secara teknis untuk menekuni bisnis perkebunan dan penyulingan minyak atsiri.

TUJUAN PELATIHAN (KHUSUS)
· Mengetahui jenis-jenis minyak atsiri dan potensinya di Indonesia.
· Mengetahui sistem penyediaan bahan baku minyak atsiri.
· Mengetahui cara memproduksi minyak atsiri dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
· Mengetahui standar kualitas produk minyak atsiri yang diterima pasar dan cara analisisnya.
· Mengetahui cara mendapatkan fasilitas produksi minyak atsiri.
· Mengetahui bagaimana cara memasarkan minyak atsiri skala kecil dan besar.
· Mengetahui teknik budidaya tanaman nilam/sereh wangi organik dengan baik, mulai dari pengolahan lahan hingga pemanenan dan perawatan pasca panen.
· Mengetahui cara membuat studi kelayakan ekonomi dan proposal bisnis pengembangan minyak atsiri.

Sunday, November 07, 2010

Sereh Wangi : Sebuah Sinergi antara LSM, Perum Perhutani, dan masyarakat desa hutan

Pada hari Kamis, 4 November 2010 lalu saya berkesempatan mengunjungi sebuah desa hutan di Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang menjadi desa binaan dari Masyarakat Mandiri (MM) Dompet Dhuafa berkaitan dengan program “Pengembangan IRT (Industri Rumah Tangga) Minyak Atsiri Berbahan Sereh Wangi Berbasis Komunitas Petani Lahan Kering”. Kami hadir di sana dalam rangka memenuhi undangan pada peresmian pabrik penyulingan minyak sereh wangi sekaligus panen perdana sereh wangi di desa tersebut. Mengapa saya (dan tim dari Subang) harus hadir? Kebetulan CV Pavettia Kurnia Atsiri – Subang dipercaya untuk mengerjakan pembuatan ketel penyulingan daun sereh wangi kapasitas 600 kg bahan baku/batch yang saat ini berdiri pada sebuah lokasi di desa tersebut.



Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat yang dirilis oleh MM-Dompet Dhuafa ini cukup mulia, yaitu meningkatkan pendapatan komunitas Petani Lahan Kering (PLK) yang tinggal di daerah perbukitan dan berlahan kering dari usaha alternatif program kemitraan sereh wangi yang memberikan keuntungan secara finansial maupun bagi kelestarian lahan. Dengan aktivitas pendampingan dan pembinaan berkelanjutan dari MM-Dompet Dhuafa ini diharapkan dapat memberikan secercah cahaya bagi masyarakat di sana.

Tahap awal dari program ini adalah penanaman sereh wangi pada lahan kering milik Perum Perhutani seluas sekitar 10 ha. Sereh wangi ditanam sebagai tumpang sari dari pohon jati yang sudah lebih dahulu ditanam oleh perusahaan tersebut. Sebelum adanya program sinergi ini, lahan kering kurang subur di bawah pohon jati masih dibiarkan tanpa tanaman budidaya. Sebelum pohon jati menjadi rimbun yang tentunya membutuhkan waktu yang sangat lama, maka lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk penanaman sereh wangi yang diharapkan dapat memberikan kemanfaatan ekonomi bagi masyarakat desa hutan yang menjadi binaan MM-Dompet Dhuafa.

Sejauh pengamatan kami, sereh wangi tumbuh dengan baik di bawah pohon jati yang belum rimbun sehingga tanaman sereh wangi masih mendapatkan cahaya matahari yang cukup untuk membantu proses pertumbuhannya. Saya mencoba-coba berhitung berapa pendapatan yang akan dihasilkan oleh petani penggarap peserta program ini dari penjualan hasil panen daun sereh wangi. Apabila setiap penggarap diberikan lahan garapan 0.25 ha dengan populasi tanaman sereh sekitar 3000 pohon, maka dengan asumsi bahwa hasil panen sereh sekitar 1 kg/pohon, maka sekali panen akan dihasilkan 3000 kg daun sereh wangi siap suling. Harga daun sereh wangi saat ini berada pada kisaran Rp 350-400/kg sehingga akan diperoleh hasil sebesar Rp 1.050.000,- s/d Rp 1.200.000,-. Sereh wangi dapat dipanen pertama kali setelah usia 6 bulan dan selanjutnya dapat dipanen kembali setiap 2.5-3 bulan sekali selama sekitar 5 tahun (atau bahkan lebih). Dari data-data tersebut dapat dihitung-hitung bahwa setiap bulan petani penggarap akan memperoleh pendapatan tambahan sekitar Rp 400.000,-. Penghasilan ini dapat bertambah apabila seluruh petani penggarap bernaung pada suatu wadah seperti koperasi yang melakukan aktivitas penyulingannya (baca=produksi minyak atsiri) sendiri. Pendirian koperasi inipun dapat menjadi nilai tambah tersendiri bagi masyarakat petani penggarap dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagikan selaku anggota.

Budidaya sereh wangi cukuplah mudah dan tidak memerlukan perhatian yang cukup serius serta dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada lahan-lahan kering kurang subur. Pemupukan organik menggunakan pupuk kandang atau kompos cukup dilakukan pada saat penanaman awal, selanjutnya apabila kondisi lahan masih lembab maka tidak perlu dilakukan penyiraman. Bibit sereh wangi yang telah ditanam dapat ditinggal dan ditengok sesekali untuk melihat kondisi pertumbuhannya atau dilakukan penyulaman bibit jika diketahui ada yang tak mampu bertahan hidup. Pemupukan selanjutnya dapat dilakukan setiap tahun sekali. Oleh sebab itu, kegiatan budidaya sereh wangi ini tidaklah menyita waktu petani penggarap lahan, sehingga yang bersangkutan masih bisa melakukan kegiatan utamanya atau kegiatan yang menjadi penunjang ekonomi utama. Artinya, budidaya sereh wangi dengan pemanfaatan lahan Perum Perhutani ini hanyalah bersifat sampingan untuk menambah pendapatan mereka.

Perum Perhutani memiliki ribuan ha lahan dengan tipikal seperti di atas, yaitu lahan yang baru ditanam oleh jenis tanaman keras (kayu-kayuan) sehingga masih dapat terjangkau oleh cahaya matahari dengan cukup. Perum Perhutani juga memiliki ribuan ha tanaman kayu putih dimana tanaman ini memang sengaja tidak dibuat rimbun dan sering dipangkas untuk keperluan kemudahan panen daun kayu putih. Lahan-lahan kosong di sela-sela tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk budidaya sereh wangi oleh petani penggarap yang notabene adalah masyarakat desa hutan di sekitarnya. Tentunya kegiatan pemberdayaan masyarakat desa hutan ini membutuhkan sinergitas antara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsen pada kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, Perum Perhutani sebagai pemilik lahan, serta anggota masyarakat maupun perangkat desa hutan. Dengan potensi-potensi yang ada, maka kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti ini bukanlah hal mustahil untuk dilakukan.

CV Pavettia Kurnia Atsiri sebagai perusahaan berbasis pada spesialisasi minyak atsiri siap membantu dan mendukung kegiatan ini sesuai dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki. Kami siap mendukung mulai dari pengadaan bibit unggul sereh wangi, pelatihan/training budidaya sereh wangi dengan sistem magang, perlengkapan/infrastruktur produksi minyak sereh dengan teknik penyulingan, hingga siap bekerjasama dalam hal pemasaran produk minyak sereh wangi yang dihasilkan.


Sunday, October 24, 2010

AROMATHERAPY IS ABOUT BODY, MIND AND SOUL

Dear Atsiriers, aku dapat sumbangan tulisan dari temanku dan mantan muridku...hehehe yang kebetulan bergerak di bidang spa & aromaterapi. Semoga berguna dan menambah wawasan buat teman2 semua.

AROMATHERAPY IS ABOUT BODY, MIND AND SOUL

Setelah sekian kali memberikan training tentang SPA dan Aromatherapy, semakin banyak kegundahan yang saya rasakan, ketika saya menemui kenyataan tentang betapa jauhnya AROMATHERAPY telah bergeser.

Menyambung tulisan saya sebelumnya mengenai 'Makna Aromatherapy', maka kali ini saya bermaksud melengkapinya dengan konsep meyeluruh mengenai Aromatherapy, yang saya harapkan dapat meluruskan kembali pemahaman mengenai salah satu bentuk Holistic Healing warisan nenek moyang kita ini.

Aromatherapy sesungguhnya mencakup 3 faktor yang saling terkait, yakni tubuh (body), pikiran (mind) dan jiwa (soul). Karena itu sebuah bentuk treatment atau pun produk yang mengatasnamakan Aromatherapy haruslah mampu memberikan efek terapik nyata yang mencakup 3 hal di atas. Bukan hanya sekedar bicara mengenai faktor tubuh (body) sebagaimana yang selama ini berkembang. Dan yang perlu digarisbawahi lagi adalah bahwa Aromatherapy bukan melulu soal 'beauty' atau kecantikan saja. Tapi lebih dari itu, Aromatherapy merupakan bentuk 'healing' atau proses penyembuhan,

Nah, sekarang marilah kita kupas sedikit mengenai 3 hal di atas agar kita menjadi selangkah lebih dekat dengan Aromatherapy...

AROMATHERAPY IS ABOUT BODY

Sebagai mana telah saya paparkan pada tulisan sebelumnya bahwa Aromatherapy adalah suatu bentuk therapy dengan menggunakan minyak-minyak 'aromatis' atau essential oil atau dalam bahasa Indonesia-nya adalah minyak atsiri. Secara farmakologis, essential oil memiliki khasiat nyata dalam perawatan dan penyembuhan tubuh kita dari berbagai gangguan kesehatan. Sehingga dengan berpijak pada kesehatan yang alami tersebut, maka kecantikan alami pun akan terpancar. Salah satu contoh penggunaan Aromatherapy untuk perawatan tubuh adalah penggunaan minyak Kayu Putih untuk mengobati sakit perut. Siapa yang dapat menyangkal khasiat nyata dari minyak Kayu Putih? Sudah jamak diketahui utamanya oleh masyarakat Indonesia bahwa jenis essential oil yang satu ini selalu dijadikan rujukan jika mengalami gangguan kesehatan ringan di area perut dan pernafasan kita. Hanya dengan dioleskan pada bagian yang mengalami gangguan kesehatan tersebut, maka efeknya akan langsung terasa dan sakit pun berkurang bahkan dengan segera menjadi sembuh. Nah, inilah yang dimaksud dengan Aromatherapy berkhasiat nyata bagi tubuh. Atau contoh lain adalah penggunaan Cironella oil dalam minyak tawon sebagai obat luka. Lihatlah betapa cepat luka itu mengering. Hal itu dikarenakan Citronella oil memiliki kemampuan untuk membekukan darah dan regenerasi sel kulit dengan cepat. Bahkan dalam sebuah produk SPA, Citronella oil dicampurkan ke dalam body scrub. Mengingat secara farmakologi Citronella juga bersifat antiseptik, sehingga krim scrub tersebut bukan hanya berfungsi mengangkat sel kulit mati, tetapi juga membunuh bakteri-bakteri yang ada di kulit.

AROMATHERAPY IS ABOUT MIND

Selain berkhasiat nyata bagi kesehatan dan kecantikan tubuh, essential oil juga berpengaruh terhadap pikiran (mind). Ketika seseorang mengalami ketegangan pikiran yang menimbulkan sakit kepala, essential oil seperti Fennel (adas) yang menenangkan, akan dapat mengendurkan urat-urat syaraf. Kehangatannya yang lembut akan membantu melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah. Aromanya pun ketika terhirup oleh hidung kita dan ditangkap oleh reseptor-reseptor dalam liang hidung, akan diteruskan ke otak untuk kemudian syaraf-syarafnya memberikan respon sesuai dengan perintah otak. Dan peregangan syaraf pun akan terasa.

AROMATHERAPY IS ABOUT SOUL

Kestabilan jiwa (spirit) kita dipengaruhi oleh faktor psikis. Jika karena tekanan keadaan tertentu sebagai konsekwensi dari kehidupan ini telah membawa seseorang pada kondisi psikis yang labil, maka hal itu sangat perlu diwaspadai dan dilakukan penanganan sedini mungkin. Sebagai contoh adalah kehidupan karir di kota-kota besar. Percepatan perkembangan peradaban secara tidak langsung telah memaksa para profesional kita untuk mengerahkan segala kemampuan baik fisik mau pun pikiran. Yang pada gilirannya akan mengakibatkan kelelahan yang sangat, bahkan sampai pada taraf depresi. Dan ini sebuah fakta real. Sebagai bukti adalah pengalaman saya selama sekian tahun menekuni bisnis Aromatherapy ini. Sebagian besar customer kami berada pada usia produktif antara umur 25 sampai 40 tahun. Dan sebagian besar dari mereka mencari Aromatherapy demi ketenangan jiwa sebagai penyembuh dari kegelisahan jiwa mereka akibat tuntutan peradaban... Dan di sinilah essential oil akan sangat berperan. Minyak-minyak tertentu seperti Rose oil dan Ylang ylang akan membawa nuansa jiwa para penikmat Aromatherapy kepada keadaan gelombang alpha yang menenangkan bahkan menidurkan.

Nah, dari pemaparan singkat di atas, maka dapat kita tangkap sebuah gambaran mengenai fungsi terapik dari essential oil yang disebut sebagai Aromatherapy. Jadi suatu produk dapat dikatakan sebagai Aromatherapy jika mengandung essential oil sebagai zat aktif yang berkhasiat nyata dalam memberikan efek terapik bagi tubuh (BODY), pikiran (MIND) dan jiwa (SOUL) secara keseluruhan. Jika hanya sekedar wangi saja yang dapat memperngaruhi mood (soul) seseorang tetapi tidak berkhasiat secara fisik (body) dan pikiran (mind), maka belum bisa dikatakan sebagai Aromatherapy.

Aromatherapy is not just about the aroma. But, Aromatherapy is about Body, Mind and Soul.....


Gresik, 23 Oktober 2010
Salam,
-Miedha Aromatherapy-
Owner of CV. Essotic Indonesia
Owner of Helby Aromatherapy product
Owner of Helby SPA, Aromatherapy and Holistic Treatment Course

Thursday, August 19, 2010

KONFERENSI NASIONAL MINYAK ATSIRI 2010

Pada tanggal 20-21 Oktober 2010, di Hotel Grand Pasundan-Bandung akan diselenggarakan kegiatan "Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2010" yang diselenggarakan oleh Dewan Atsiri Indonesia (DAI) dan Departemen Pertanian-RI.

Adapun rangkaian kegiatan dari konferensi ini adalah :

1. Seminar Nasional-Pleno
I. Kebijakan dan Trend Bisnis Minyak Atsiri, dengan pembicara utama:
a. Kebijakan Pengembangan Budidaya Tanaman Atsiri - Kementrian Pertanian RI
b. Arah Pengembangan Industri Hilir Minyak Atsiri - Kementrian Perindustrian RI
c. Peluang Pemakaian Minyak Atsiri Baru Indonesia sebagai Bahan Perisa dan Pewangi - AFFI (Asosiasi Flavor and Fragrance Indonesia).
d. Pengembangan Industri Minyak Atsiri Berbasis Tanaman Hutan - Kementrian Kehutanan RI

II. Sistem Produksi Minyak Atsiri Ramah Lingkungan, dengan pembicara utama:
a. Sistem Budidaya Minyak Atsiri Ramah Lingkungan - Balitro
b. Produksi Bersih pada Pengolahan Minyak Atsiri - IPB
c. Kelembagaan Agroindustri Minyak Atsiri yang Adil dan Berkelanjutan - DAI
d. Indikasi Geografis: Melindungi dan Membangun Keunggulan Komparatif Minyak Atsiri Indonesia.

2. Workshop "Sukses Berbisnis Minyak Atsiri"
a. Mengenal Produk Unggulan Minyak Atsiri Indonesia
b. Analisis Potensi dan Prospek Pasar Minyak Atsiri Indonesia
c. Teknologi Proses dan Mutu Produk Minyak Atsiri
d. Tantangan, Kendalan, dan Alternatif Solusi dalam Berbisnis Minyak Atsiri

3. Diseminasi hasil-hasil penelitian tentang minyak atsiri - Seminar Pararel
Mempresentasikan 12 paper/hasil kajian/hasil penelitian para peneliti, akademisi, dan praktisi minyak atsiri Indonesia dari berbagai institusi di tanah air.

4. Fieldtrip (kunjungan lapangan)
a. Kebun percobaan Balitro di Manoko-Lembang
b. Penyulingan CV. Pavettia Kurnia Atsiri di Serangpanjang-Subang.


Informasi lebih lanjut, hubungi:
Dewan Atsiri Indonesia.
email: dai.atsiri@gmail.com atau dai@atsiri-indonesia.com
telp: 0251-8624582
atau download leaflet-nya pada menu DOWNLOAD di samping ini.