Friday, April 17, 2009

EKSTRAKSI PELARUT UNTUK MINYAK ATSIRI BUNGA-BUNGAAN

Buat tambahan pengetahuan buat para peminat minyak atsiri.

Apa itu ekstraksi? Ekstraksi pada prinsipnya adalah teknik pemisahan (separasi) yang mengeksploitasi perbedaan sifat kelarutan dari masing-masing komponen campuran terhadap jenis pelarut tertentu.
Contohnya adalah : Campuran A dan B hendak dipisahkan menggunakan campuran A dan B hendak dipisahkan menggunakan pelarut X. Dari data-data sifat kelarutan, komponen A sangat larut dalam X, sedangkan komponen B sedikit larut atau bahkan tak larut. Apabila pelarut X tersebut ditambahkan pada campuran A dan B yang berbeda sifat
kepolarannya, maka komponen A akan larut dalam X, sedangkan B tidak. Sehingga akan didapatkan campuran baru, yaitu A dan X. Tahap selanjutnya adalah bagaimana memisahkan A dan X ini? Salah satu metodenya adalah evaporasi/penguapan pelarut.

Dalam kaitannya dengan minyak atsiri, teknik ekstraksi ini biasanya digunakan untuk menghasilkan minyak atsiri yang mudah rusak oleh panas, dalam hal ini adalah minyak bunga-bungaan seperti melati, mawar, atau sedap malam. Untuk melarutkan minyak atsiri yang terdapat pada bunga-bungaan tersebut, maka dibutuhkan pelarut yang biasanya adalah pelarut organik yang bersifat non-polar. Mengapa non-polar? Bunga-bungaan yang segar tentu mengandung air, bukan? Dalam konsep ikatan kimia, air itu bersifat polar. Nah, kalau digunakan pelarut yang polar juga seperti alkohol maka tentunya air yang terkandung dalam bunga akan larut ke dalamnya sehingga membutuhkan proses pemisahan yang lebih kompleks. Tetapi kalau digunakan pelarut non-polar maka air tidak akan larut ke dalamnya.

Banyak jenis pelarut organik non-polar, tetapi yang paling sering digunakan adalah heksana (C6H14) meskipun tidak menutup kemungkinan juga bisa digunakan benzena (C6H6) ataupun juga bensin/gasolin. Ada beberapa kriteria dalam memilih pelarut untuk ekstraksi bunga-bungaan selain sifatnya yang non-polar tadi , di antaranya adalah dapat melarutkan zat wangi dalam bunga secara sempurna, mempunyai titik didih yang rendah dan seragam, bersifat “inert” atau tidak bereaksi dengan zat wangi dalam bunga yang akan diekstrak, harga serendah mungkin dan mudah diperoleh.

Produk akhir ekstraksi bunga menggunakan pelarut ada dua macam, yaitu concrete dan absolute. Concrete merupakan minyak atsiri yang masih bercampur dengan lilin/resin serta sedikit pelarut. Saat proses ekstraksi berlangsung, tidak hanya minyak atsiri yang terlarut pada pelarut, tetapi juga lilin/resin ikut masuk ke dalamnya. Concrete berbentuk semi padat seperti lemak atau mentega. Sedangkan absolute adalah minyak atsiri yang murni tanpa pengotor seperti lilin/resin maupun sisa pelarut. Absolute lah yang harganya paling mahal.

Dalam terminologi ekstraksi pelarut, biasanya juga ada konsep lain yang tak kalah penting, yaitu evaporasi vakum. Kondisi vakum didefinisikan sebagai kondisi di bawah tekanan atmosferik (di bawah 1 atm / tekanan normal). Sedangkan evaporasi merupakan proses penguapan pelarut untuk memisahkannya dengan minyak atsiri dan atau lilin/resin. Sehingga jika digabungkan pengertiannya adalah proses penguapan pelarut pada kondisi di bawah tekanan normal. Mengapa harus vakum? Tentu saja ada tujuan-tujuan tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk menurunkan titik didih dari pelarut tersebut sehingga temperatur proses secara keseluruhan menjadi lebih rendah. Semakin rendah tekanan maka temperatur prosesnya juga makin rendah. Misalnya; heksan pada tekanan normal (1 atm) bertitik didih 68 C, pada tekanan 0.7 atm titik didihnya 58 C, dan pada tekanan 0.2 atm titik didihnya 25 C. Kondisi inilah yang diharapkan pada proses ekstraksi minyak atsiri bunga-bungaan agar diperoleh minyak dengan kualitas yang baik. Artinya, kerusakan minyak atsiri akibat temperatur tinggi bisa dihindari. Sedangkan tujuan kondisi vakum yang lain adalah menjamin bahwa pelarut dapat terpisahkan semaksimal mungkin. Untuk mencapai kondisi vakum dibutuhkan alat pendukung yaitu pompa vakum.

Gambar berikut ini merupakan tahapan-tahapan dalam proses ekstraksi minyak bunga-bungaan menggunakan pelarut organik untuk mempermudah pembaca dalam memahami teknik ekstraksi pelarut ini.