Sunday, December 16, 2007

PA Nilam

Pertanyan Imam:

Dear Mas Feri,
Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri.
Nama saya : imam joko tinggal di pasuruan Jatim.
Saya adalah karyawan dari salah satu PMA jepang (bisa anda lihat dari e-mail address saya). Saya tahu anda dari blog yang anda punya. Saya tertarik dengan bisnis ini karena saya lihat prospeknya cukup bagus walaupun semua ada resikonya. Saya sedang mempelajari dan mencoba menggeluti bisnis minyak nilam ini. Saya bekerja sama dg seorang kawan penyuling minyak nilam dengan kapasitas 100kg kering per hari dengan demikian saya bisa langsung tahu kendala2 dan peluang2nya.

Ada yang ingin saya tanyakan, mudah-mudahan Mas Feri berkenan menjawabya.
1. Tentang kadar PA.
Bagaimana cara mengukurnya, apakah ada alat ukur yg bisa dibeli dipasaran? Semakin tinggi kadar PA apakah kualitas semakin baik/sebaliknya. Soalnya saat minyak dijual ke pengepul semakin rendah PA maka harga semakin mahal. Rata2 PA minyak saya 34-37%. Saat ini dihargai sekitar Rp. 790,000/kg. PA 34% lebih mahal dari PA 37%. Bagaimana harga pasaran sekarang?

2. Peningkatan kadar PA

Dari refrensi yg saya baca kadar PA banyak dipengaruhi dari bahan bakunya. Pertanyaan saya apakah minyak hasil suling masih bisa di-improve kadar PA-nya, kalo bisa bagaimana caranya.

Sementara ini dulu perkenalan saya.

Jawaban Ferry:

Salam kenal kembali Mas Imam...
Langsung saja ya...
1. Mengenai alat ukur PA yang akurat tentu saja dapat menggunakan analisis GC-MS tetapi itu hanya ada di perusahaan2 bermodal besar atau di lembaga2 penelitian (atau kampus) yang memang memilikinya utk keperluan penelitian (dan kadang2 dikomersialkan juga). Sekali analisis GC-MS biayanya paling murah yg pernah saya lakukan adalah Rp 125.000 - Rp 175.000/sampel. Kalau alatnya harganya sangat mahal, yah... up to 0.5M lah. Sedangkan alat pengukur PA yang digunakan oleh pengepul adalah alkoholmeter/meterlak yang bisa diperoleh di toko2 kimia atau alat2 lab. Alat itu hanya digunakan sebagai pendekatan, jadi bukan untuk mengukur kadar PA-nya. Meskipun ada yang sudah memiliki kurva kalibrasi/hubungan antara angka yang tertera pada meterlak dengan perkiraan kadar PA-nya. Tentu saja kadar PA yang lebih tinggi memiliki nilai jual yang tinggi. Nah, nilai meterlak itu berbanding terbalik dengan kadar PA sesungguhnya. Semakin rendah nilai pada meterlak, maka semakin tinggi kadar PA-nya. Begitu pula sebaliknya.

2. Kadar PA memang sangat dipengaruhi oleh bahan bakunya. Perbedaan pemupukan dan topografi lahan juga turut menentukan kadar PA minyak nilam. Minyak nilam hasil sulingan bisa ditingkatkan kadar PA-nya dengan berbagai cara, namun tentu saja biayanya lumayan mahal.
Hanya saja, kita harus hitung2an cost produksi utk peningkatan kadar PA. Kalau memang harganya tidak meningkat secara signifikan, maka silakan dihitung2 sendiri apakah masih untung atau rugi ketika melakukan peningkatan kadar PA. Yang jelas, dalam upaya meningkatkan kadar PA minyak nilam pasti akan ada beberapa % minyak yang loss (hilang).

Demikian semoga dapat memberikan informasi

-ferry-